Header Ads

WWE NEWS - Hukuman Reigns Berakhir, Bersama Ulasan Pelanggarannya


Pada 22 Juli 2016 ini hukuman Roman Reigns berakhir dan mantan WWE World Champion ini siap untuk ikut kembali berjalan bersama rombongan untuk mengadakan show non-TV pada hari jumat dan sabtu malam sebelum minggu malam melangkah maju di WWE Battleground PPV. Sementara itu ada beberapa fakta yang menarik tentang pelanggaran ini bahwa zat terlarang yang terkandung dalam tubuh Reigns adalah Adderall di mana obat ini dianggap terlarang oleh hampir semua cabang olahraga professional. Kandungan zat Adderall ini biasanya dipakai untuk mengobati gejala autisme tipe hyperaktif atau dikenal sebagai ADHD di mana zat ini bisa mengobati rasa lelah dan sakit, serta meningkatkan kesadaran dalam waktu singkat.

Salah satu yang menjadi bahan analisa kami adalah, terkadang seorang atlit tidak tahu apa yang diberikan oleh dokter gizi mereka kepadanya. Karena biasanya atlit hanya pasrah dan percaya sang dokter memberikan obat terbaik meskipun kadang di dalam nya mengandung obat-obatan ini.

Salah atau benar, sadar atau tidak sadar dalam mengkonsumsi, yang penting selamat datang kembali Roman Reigns!

5 comments:

  1. Mogaaaaa aja Roman Retun jd lebih baik_ Untuk Mic Skillnya lbh Bagus, Move Wrestlenya banyak yg baru2, dan untuk siap diboooooo penonton kembalilah keRing jadilah HEEL,,heeheeee

    ReplyDelete
    Replies
    1. udh lama kali heel pas wrestlemania 32.

      Delete
  2. nah brock lesnar gmn?ga ada kbr lg apa dia kena skorsing ato ga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sampai Sabtu malam WIB ini belum ada kabar tentang WWE menghukum Lesnar.

      Sekedar info: sejak 2008 WWE berkomitmen mengumumkan semua skorsing karena penyalahgunaan obat terlarang di website resmi mereka.

      Delete
  3. 1.knp hukumannya baru di gubris atau tes setelah pertandingan setelah pertandingan show mingguan atau ppv mang gk di tes urine para superstar beberapa hari sebelum hari H? thx
    2. Knp wwe suka nutup2in berita tentang hukuman superstar?

    ReplyDelete